Jumat, 17 Desember 2010

Kacang Rebus, Si Penghias Jam Gadang


Selasa, 14 Desember 2010. Akhirnya nulis juga setelah sibuk kerja sosial di kampus. Lumayan lah, lebih 2 bulan saya ga nulis. Dan kebetulan beberapa hari yang lalu baru balik dari Bukittinggi, jadi ada bahan.
Kebetulan tanggal 2-7 desember kemaren saya pulang ke Bukittinggi dikarenakan ada urusan keluarga. Walaupun cuma sebentar, ya lumayan lah. Dan kebetulan juga, tanggal segitu juga ada kerja sosial di kampus, tapi apa hendak dikata, saya harus pulang. Tapi kali ini, kecuali keluarga di rumah, tak ada yang tau saya pulang, termasuk fany, sengaja.
Batavia Airlines jam 10.50 WIB, tapi saya blom makan. Dengan semangat tinggi saya mencari tempat makan yang lumayan murah di bandara. Sekedar informasi buat teman2 yang punya duit pas2an tapi mau makan enak dan murah di bandara, di parkiran motor Bandara Soekarno Hatta dan Bandara Internasional Minangkabau terdapat tempat makan yang lebih murah dibandingkan yang ada di bandara. Biasanya untuk karyawan bandara, tapi penumpang juga banyak koq yg makan disini, cuma orang2 banyak yg ga tau.
Singkat cerita, pesawat hampir mendarat di BIM sekitar jam 12.30. tapi, dari pengeras suara terdengar bahwa pendaratan akan ditunda dan dialihkan ke Bandara Polonia Medan. Kenapa? Karena baru saja di Padang terjadi Gempa berkekuatan 4,2 SR. Untung saja ga jadi, pesawat tetap mendarat di BIM walaupun ditunda beberapa menit.
Dari bandara, saya langsung ke kos fany sekalian bareng pulang ke Bukittinggi. Nyampe kosan nya, biasalah ada adegan dimana mata fany berkaca-kaca karena kaget dan tidak percaya melihat saya pulang. Udah ya, takut dikira sinetron.
Nah, inti sebenarnya adalah ketika saya dan fany jalan2 ke Jam Gadang, ciri khas kota Bukittinggi. Bagi orang Bukittinggi asli, jalan2 di pelataran Jam gadang adalah hal yg biasa, mungkin sangat biasa. Namun kali ini saya menemukan pengalaman yang luar biasa (menurut saya yg sotoy ini) ketika asik memotret Jam Gadang. Dahulu, banyak keluarga yang menghabiskan waktu malam nya di pelataran Jam Gadang. Sekedar melepas kepenatan sepulang kerja atau mengajak buah hati menikmati temaramnya lampu kota di bawah Jam Gadang yang menjulang tinggi. Beda dengan sekarang, Jam Gadang berdiri sendiri tanpa tawa renyah anak-anak di sekelilingnya.
Tapi, kali ini ada Keyla, gadis mungil sekitar 1 tahunan sedang asik berlarian ditemani ayahnya. Sesekali hampir terjatuh karena keyla baru belajar berjalan. Keyla berjalan ke arah saya karena tertarik melihat blits kamera. Senyum indah terlihat dari bibir mungilnya ketika beberapa kali saya foto menggunakan blits. Tak hanya Keyla, banyak keluarga lain yang masih setia bermain di Jam Gadang yang mulai ditinggalkan kaum muda.
Di sudut lainnya, seorang bapak paruh baya ditemani lampu strongkeng nya (petromaks) mulai mengantuk karena kacang rebus nya tak ada yang membeli. Diatas gerobak tua, si kacang rebus mengeluarkan asap hangat untuk menarik pembeli. Namun, tak ada lagi yang suka dengan makanan tradisional ini. Sangat berbeda dengan beberapa tahun lalu, ketika masih kecil saya diajak papa nonton layar tancap di pelataran Jam gadang. Layar berukuran 3x2 meter yg diletakkan di atas mobil bertuliskan KB. Waktu itu saya pun tak tau apa itu KB. Yang saya tau adalah kacang rebus selalu menemani saya ketika film diputar. Namun sekarang, kacang rebus hanya menjadi penghias Jam gadang yang tidak lagi digemari. Di sisi lain, bapak penjual kacang rebus masih semangat memompa lampu strongkeng nya ketika kaus nya mulai redup. Dan yang ia inginkan hanya kacang rebusnya terjual habis seperti dahulu.
Tak ada lagi suasana Jam Gadang seperti dulu, tak ada lagi senyum penjual kacang rebus yang dagangannya habis, dan tak ada lagi mobil KB yang menyediakan tontonan gratis. Yang ada hanya bangunan2 tinggi dan pusat perbelanjaan yang rame dikunjungi pembeli. Sementara pelataran Jam Gadang kosong melompong. Hanya ada Keyla dan si penjual kacang rebus yang mulai dingin tak berasap lagi.
Saya dan fany pun berjalan meninggalkan Jam Gadang menuju Kampung Cina, ditemani lampu-lampu toko yang semakin redup dan jalanan yang kosong tanpa lalu-lalang kendaraan.

Senin, 20 September 2010

Band dr SMA N 1 Bukittinggi

alpycola accoustic band.wmv

Sabtu, 18 September 2010

Bukittinggi, Kota Terindah di Indonesia

13.48 WIB, Sabtu, 18 September 2010, Kota kecil nan indah, Bukittinggi, diguyur hujan, dan tentu saja listrik padam. 76 hari 6 jam 20 menit semenjak keberangkatan ku dari pinggiran kota tempat ku menuntut ilmu. Daerah perbatasan yang cenderung kumuh dan padat oleh ilmu dan mahasiswa. Sudah lebih 2 bulan aku melepas rindu dengan suasana disini sejak tanggal 5 juli bus Bintang Kedjora langgananku melewati batas provinsi Jambi – Sumatra Barat. Dua hari perjalanan dari 3 juli membuat pinggang dan pantatku sangat tidak enak. Dan pukul 03.49 WIB dini hari akhirnya aku melihat sesuatu yang sangat kukenal. Sebuah motor Suzuki Tornado yang asap knalpotnya sering membuat ku pusing sedang parkir di depan kantor agen bus Bintang Kedjora. Ya, seorang lelaki paruh baya, sekitar 51 tahun sedang asik menikmati rokok kretek dan terlihat tubuh kurusnya diselimuti beberapa jaket tebal. Ku gendong ransel berwarna hijau tua warisan abangku dan langsung turun mencium tangan lelaki itu. “Lai baok jaket yan?” ucapnya. “Lai Pa” jawabku sambil berjalan ke motor kesayangan Papa. Dengan sekali tendangan firstime ala Roberto Carlos, si Tornado langsung memecah sunyinya pagi dengan suaranya yang sangat tidak enak. Bau khas keluar dari knalpotnya. Motor beranjak pulang sambil kunikmati indahnya Bukittinggi jam 4 pagi.
Dari kejauhan terlihat megahnya Kantor Walikota yang dihiasi temaramnya lampu jalan. Sebentar lagi aku akan sampai dirumah, ucapku dalam hati. Komplek Pemda II Gulai Bancah, tulisan di gerbang komplek yang berkarat sudah aku lalui. Itu dia, dan masih ada, jalan dari tanah tanpa aspal yang sangat becek kalau hujan turun. Diseberangnya berdiri rumah berwarna orange dan ada 3 orang yang sedang tidur nyenyak didalamnya. Ternyata Mama sudah berdiri di depan pintu, mungkin kebangun karena suara motor Papa. “Assalamualaikum” ucapku sambil mencium tangan Mama. “Walaikumsalam, baru tibo baru yan?” tanya Mama dengan mata sipit seperti orang cina. “Iyo Ma, jalan putuih di Lampuang”. “Makan lah dulu, tu lai sambalado ah, Ama ka lalok baliak, bisuak ama sakola pagi”. Ucapnya sambil masuk ke kamar. Sambalado, cabe merah kriting yang dikukus diatas nasi lalu digiling pake Batu Lado ditambah ikan asin yang digoreng kering. Ini salah satu hal yang membuatku kangen rumah. Selesai makan kulihat Vina dan Icha, dua orang adik perempuanku, dikamarnya sedang tidur dengan gaya bebas. Mereka berdua sangat bebas berekspresi kalau sedang tidur, sangat ekspresif. Lalu aku beranjak kelantai 2, ke kamar, langsug tidur, dan pingang serta pantat ku akhirnya mendapatkan tempat yang nyaman.
Jam 11.00, aku bangun, mandi, pake baju yang rapi, ambil handphone, sms, “aku brgkt”. Dan aku langsung berangkat dan sampai. Di depan gerbang rumah terlihat seorang gadis dengan rok panjang terurai dihiasi warna-warni pulkadot kecil-kecil dan motif bunga, atasannya dipadu-padankan dengan kerudung warna senada dengan baju bergarisnya. Dia adalah Mitra Fany Mahesa, pacarku. Mungkin sudah lebih 7 bulan aku tidak bertemu. “Assalamualaikum” ucapku sambil masuk kerumahnya. “Walaikumsalam, masuak lah sayang”. Jawabnya dan langsung kupotong “ Manih bana galak, dek pakai behel baru mah yo, hahahah”. Tapi matanya sedikit berair, mungkin luapan rindu lama tak bertemu sudah tak kuasa dibendungnya. Tubuh kurusku langsung dipeluk erat, “Fany taragak bana samo put”, ucapnya sambil terisak. Beberapa jam ngobrol kesana kemari, kami jalan-jalan keluar sambil cari makan. Langsung berangkat pake motor jadul punya ku.
Gggrrrr, ggrrrr, getar handphone diatas meja menghentikan obrolan kami. “Ani capek pulang, sabanta lai travel tibo”. Itu sms dari Mama nya Fany. Kami langsung pulang. Di depan rumah sudah menunggu sebuah mobil travel berwarna merah maroon. Fany bergegas mengambil barang-barangnya, izin ke Mamanya, mencium tanganku, dan masuk ke dalam travel. Ya, dia belum libur kuliah, jadi harus balik ke Padang. Mobil travelpun hilang dari pandangan mataku. “Bilo pulang yan” tanya Mama Fany pada ku. “ tadi malam tibo ma”, jawabku sambil diikuti obrolan ringan didepan rumah Fany. Beberapa saat, aku ijin pulang.
Baru satu hari bertemu udah pisah lagi, ucapku dalam hati. Tapi kali ini hanya di Padang, hanya 2 jam dari rumah. Oke, besok aku ke Padang.

Selasa, 17 Agustus 2010

pertanyaan bodoh

Saya memang sering menghubungkan apa yang terjadi sekarang dengan masa lalu saya. Menurut para motivator, saya adalah orang yag selalu dibayang-bayangi masa lalu, orang seperti saya tidak akan sukses. Tapi ini lah saya, mungkin masa lalu yang membuat saya seperti ini. Dahulu memang indah, masa itu, cerita itu, dan ini itu. Hanya masa lalu.
Ngomong-ngomong, semakin hari semakin banyak teman-teman saya yang membahas Buka Bersama. Ya, ini Ramadhan, wajar saja. Di beberapa situs jejaring sosial pun banyak saya temui tulisan mengenai ajakan seperti ini. Memang ini telah menjadi tradisi. Namun pertanyaan saya, kenapa hanya ada Buka Bersama di bulan Ramadhan? Kenapa pada hari biasa kita tidak Buka Bersama?. Pertanyaan bodoh, apalagi ada yang berfikir apa jawaban dari pertayaan ini, jawaban nya pun bodoh.
Tapi bukan itu maksud saya. Buka bersama pada hari biasa ya Buka Bersama. Bukan berarti berbuka untuk membatalkan puasa. Pergi ke sebuah tempat makan secara bersama-sama, ngobrol sana sini, yang ngobrol ya ngobrol, yang diam ya diam, tidak mau membuka diri, tetap pada area nyaman masing-masing. Bahkan ada yang tidak datang karena temannya juga tidak datang. Atau tidak datang karena teman atau ‘mantan temannya’ datang, padahal dahulu mereka adalah sahabat, bahkan lebih dari itu. Atau bisa juga karena jumlah perbedaan jenis kelamin yang datang. Sungguh saya tidak bermaksud menyingung siapa pun, karena saya juga pernah seperti ini. Kalau memang ada yang tersiggung, bilang saja. Saya akan minta maaf.
Maksud saya sebenarnya adalah kita berkumpul saling membuka diri karena kita adalah bagian dari masa lalu yang indah. Mencoba lepas dari kesibukan dan ego masing-masing. Memecahkan segelintir masalah yang muncul karena ucapan yang pedas, ego, atau masalah cinta dan perasaan yang membuat kita selama ini saling memalingkan muka dan tidak pernah bertegur sapa. Jika semua itu terlaksanakan, masa lalu itu, yang indah itu, mungkin hadir lagi.
Maaf atas ketidakpedulian dan kebenaran tulisan saya ini. Saya hanya tidak bisa tidur malam ini,

Selasa, 13 April 2010

SMA

Kalau aja tadi sore ga ada hujan badai di Jatinangor, kalau aja tadi sore antena tv gw ga patah gara-gara ditiup angin, mungkin gw ga akan kembali ke masa-masa indah waktu gw SMA. Kalau saja semua itu ga terjadi, pasti gw masih dengan santainya nonton tv di kamar kost gw. Mungkin ini sisi positif dari patahnya antena tv gw, tapi sebenarnya lebih banyak dampak negatifnya.

Gw nyalain komputer warisan kesayangan gw. Awalnya, iseng gw buka folder “High School Never Ends”. Jujur ini iseng doank, ini dikarenakan udah malam dan ga mungkin gw nyetel musik semalam ini. Pernah beberapa kali gw coba, dan hp gw dibanjiri sms yang isi nya “yan, udah malam, kecilin donk musiknya, gw mw tidur”. Dan itu udah diubah menjadi kalimat bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai EYD. Kalau ditulis aslinya, jangan deh, nati orangnya baca.

“High School Never Ends”,double klik, dan munculah beberapa folder berisi foto dan video. Ada folder Study Tour, Jalan2, Mau2, XII IS 2, XII IS 1, dan Perpisahan Bushido 08. Maav, gw ga punya folder dengan nama XII IA xx, dan itu bukan salah gw. Salahin aja si Kacang, “tukang dokumentasi spesialis hp” yang Cuma ngejepret anak2 IPS, hahahaha.

Cursor mouse gw bergerak menuju sebuah folder, double klik, dan kalau dihitung ada ratusan foto dalam folder ini plus videonya. Ya, folder “Perpisahan Bushido 08”. Gw buka satu per satu video yang berformat 3GP ini, maklum jaman gw SMA hp merupakan salah satu alat yang bisa dipake buat mengabadikan suatu moment.

Yang paling berkesan adalah sebuah video yang di dalamnya berisi jejeran lelaki dan wanita paruh baya yag sedang meneteskan air mata sambil memberi restu pada calon-calon penerus bangsa untuk mewujudkan mimpi-mimpi mereka. Ratusan pasang mata yang mengucurkan cairan bahagia dari mata mereka yang diiringi lagu Hymne Guru. Para pemimpi ini tak henti-hentinya mencuim tangan-tangan kurus sang pahlawan tanpa tanda jasa yang sudah termakan usia. Tangan-tangan yang sudah mulai keriput dan dihiasi satu-dua cincin 24 karat. Ini lah tangan-tangan yang setiap hari melecut semangat kami, Bushido 08, para pemimnpi dari Bukittinggi, untuk mulai meniti mimpi.

Dan gw adalah salah satu dari pemimpi tersebut. Gw masih ingat ketika seorang guru paruh baya dengan kerudung hijau yang sepadan dengan baju dinasnya, menghapus tetes-tetes air mata di pipi gw dengan cinta dan kasih sayangnya. Semakin deras air mata yang keluar dan semakin erat pelukan gw, dalam hati gw berbisik ”Terima kasih Ibu”.

Sekarang para pemimpi ini sedang menggapai mimpi-mimpi mereka di berbagai tempat. Singapore, Malaysia, Jakarta, Bandung, Jogja, Medan, Pekanbaru, Padang, dan ada yang masih tetap di Bukittinggi. Tempat bukanlah halangan dalam menggapai mimpi, asalkan tekun dan mau berkerja keras, semua mimpi pasti akan menjadi kenyataan.

Mey 2010, hampir dua tahun gw lulus, tapi rasanya belum ada satupun hal yang berarti yang udah gw berikan buat SMA gw, SMA N 1 Bukittinggi. Tapi walaupun begitu, dalam hati gw akan selalu terukir nama mu, tempat menuntut ilmu dan menemukan pengalaman baru, SMA Negeri 1 Bukittinggi

23.29 WIB
Minggu, 11 April 2010
Jatinangor

Jumat, 26 Maret 2010

Ericsson R320s, Handphone Tercanggih Tahun Ini



Apa yang anda pikirkan setelah melihat handphone ini?? Tipis dan jadul?? Atau malah kepikiran batu bata, walky talky, atau serutan es krim yang sering kita beli jaman SD dulu??. Setau saya, ini adalah hp jadul paling tipis di Jatinangor.
Bagi orang-orang seperti saya yang hobi sm barang2 jadul, hp ini memberikan kebanggaan tersendiri. Saya ketularan koleksi hp jadul dari kakak saya. Waktu itu, kakak saya make hp Nokia ntah tipe berapa yang gede dan ada antenanya. Sebenarnya Ericsson R320s ini adalah hp jadul ketiga saya. Yang pertama adalah Ericsson T10 berwarna ungu. Hp ini batrai nya rusak dan susah bgt nyari batrai originalnya. Sempat saya pakai batrai yg bukan original, tapi ga tahan lama. Ya udah hp ini saya pajang aja di rumah. Kemudian saya ditawari Nokia entah tipe berapa, lumayan gede dan ada antenanya juga, warna nya hitam. Ga nyampe setahun, LCD dan batrai nya bermasalah. Jadi ga ada tulisan yang muncul di layarnya, ditambah lagi hp ini ga ada getarannya karena batrai nya udah ga bagus. Dan lagi-lagi menjadi pajangan. Nah, yang masih awet sampai sekarang ya si Ericsson R320s ini.
Dari informasi yang saya dpt, hp ini keluaran tahun 1988. Untuk tahun 88, tentu hp ini tergolong sangat mewah. Harga nya aja waktu itu sekitar 1,2 juta. Bayangin aja uang segitu tahun 88, mungkin setara sm harga Blueberi sekarang. Fitur yang ada pun lumayan lengkap. Yg jelas hp ini bisa dipake buat nelpon dan sms. Signal sgt bagus walaupun ditengah hutan, diatas gunung, bahkan di Jatinangor. Kelebihan hp ini terletak pada games dan WAP Service-nya. Games ada dua, tetris dan solitare yang ky di komputer, Waaaw, hebat sekali. Nah, WAP Service ini yang ga saya ngerti sampai sekarang. Namun ada satu kekurangan dari hp ini. Kalau antenanya hilang, otomatis ga akan bisa di pake buat nelpon dan sms
Walaupun hp saya sering menjadi bahan ketawaan di kampus, tapi lumayan lah biar ga garing2 amat. Ada yang bikin ketawa klo lagi ga ada yg lucu. Ehhh, 20 tahun lagi hp saya ini jadi barang antik ga ya?? Trus harganya jadi mahal?? Trus saya dicari-cari kolektor barang2 antik, trus hp saya ditawar 1 triliun, saya jadi kaya deh, hahaha.

Sabtu, 20 Maret 2010

Sejarah Perkembangan Radio

Henry Fayol (1841-1925)

Henry Fayol sebagai seorang tokoh manajemen berpendapat bahwa ada prinsip-prinsip manajemen tertentu yang dapat diajarkan dan dipelajari. Henry Fayol lebih menjuruskan perhatiannya kepada pimpinan tingkat atas. Pada tahun 1908, Henry Fayol mengeluarkan sebuah buku yang berjudul Administration Industrielle et General. Dalam bukunyua tersebut Henry Fayol menegemukakan prinsip-prinsip manajemen, yaitu:
1. Division Of Work (Pembagian Kerja)
Pembagian kerja harus memperhatikan kualitas fisik, moral, mental, pendidikan, dan pengalaman. Pembagian kerja yang disesuaikan dengan kemampuan dan keahlian bertanggung jawab, sehingga pelaksanaan kerja berjalan dengan efektif. Oleh karena itu, dalam penempatan karyawan harus menggunakan prinsip the right man in the right place. Pembagian kerja harus rasional/objektif, bukan emosional subyektif yang didasarkan atas dasar like and dislike.
Tujuan dari pembagian kerja adalah menghasilkan pekerjaan yang lebih banyak dan lebih baik dengan usaha yang sama. Pembagian kerja memungkinkan pengurangan sasaran, terhadap mana perhatian harus diarahkan dan dikenal sebagai alat terbaik memnfaatkan individu-individu dan kelompok orang.

2. Authority and Responsibility (Wewenang dan Tanggung Jawab)
Authority (wewenang) adalah hak untuk memberi instruksi dan kekuasaan meminta kepatuhan. Authority bersumber dari intelegensia, pengalaman, nilai moral, kesanggupan memimpin, dan pelayanan masa lalu. Sedangkan responsibility (tanggung jawab) tugas dan fungsi-fungsi yang harus dilakukan oleh seseorang, dan agar dapat dilaksanakan responsibility harus diberikan.
Wewenang yang tidak disertai dengna tanggung jawab adalah buta, dan tanggung jawab yang tidak dilengkapi wewenang adalah celaka. Antara wewenang dan tanggung jawab harus seimbang, makin besar wewenang , makin besar tanggung jawabnya.
Tanggung jawab terbesar terletak pada manajer puncak. Kegagalan suatu usaha bukan terletak pada karyawan, tetapi terletak pada puncak pimpinannya karena yang mempunyai wewemang terbesar adalah manajer puncak. oleh karena itu, apabila manajer puncak tidak mempunyai keahlian dan kepemimpinan, maka wewenang yang ada padanya merupakan bumerang.
Keahlian dan kepemimpinan merupakan dasar dari pada wewenang dan tanggung jawab. Oleh karena itu, seorang manajer yang mempunyai keahlian dan kepemimipinan akan mampu memberikan pertanggungjawaban sesuai dengan wewenang yang ada padanya.

3. Dicipline (Disiplin)
Disiplin yakni melakukan apa yang sudah disetujui bersama antara pemimpin dengan karyawannya, baik secara tertulis, lisan, atau berupa kebiasaan-kebiasaan. Disiplin sangat penting karena suatu usaha tidak akan mengalami kemajuan tanpa adanya disiplin pada pihak atasan dan bawahan.
Disiplin ini sangat erta hubungan dengan wewenang. Apabila wewenang tidak berjalan dengan semestinya, maka disiplin akan hilang. Pelaksanaan wewenang yang dipaksakan tidak akan menimbulkan disiplin hidup melainkan disiplin mati. Hal ini akan membawa suasana kerja diliputi ketakutan sehingga pekerja tidak bekerja dengan kesadaran dan tanggung jawab sepenuhnya.
Oleh karena itu, pemegang wewenang harus dapat menanamkan rasa disiplin terhadap dirinya sendiri sehingga mempunyai tanggung jawab terhadap pekerajaan sesuai dengan wewenang yang ada padanya.

4. Unity of Command (Kesatuan Perintah)
Untuk setiap tindakan, seorang pegawai harus menerima instruksi dari seorang atasan saja. Bila hal ini dilanggar, wewenang berati dikurangi, disiplin terancam, keteraturan terganggu, dan stabilitas mengalami cobaan. Seseorang tidak mungkin melaksanaa instruksi yang sifatnya dualistis.
Dalam melakasanakan pekerjaan, karyawan harus memperhatikan prinsip kesatuan perintah sehingga pelaksanaan kerja dapat dijalankan dengan baik. Karyawan harus tahu kepada siapa ia harus bertanggung jawab sesui dengan wewenang yang diperolehnya. Perintah yang datang dari manajer lain kepada serorang karyawan akan merusak jalannya wewenang dan tanggung jawab serta pembagian kerja
Kesatuan arah dapat menjamin tertibnya lalu lintas wewenangdan tanggung jawab dalam pelaksanaan kerja, se3hin gga kegiatan kerja terarah pada sasarannya dan menjamin tercapai tujuan usaha. Tidak mungkin terdapat hak untuk memerintah orang lain mengerjakan sesuatu tanpa adanya wewenang.
Oleh karena itu, kesatuan perinta merupakan landasan untuk meminta pertanggungjawaban bawahan sesuai dengan wewenang yang ada padanya. Dengan kata lain Unity of Comand merupakan pelaksanaan untuk terjaminnya authority dan responsibility.

5. Unity of direction (Kesatua Arah)
Prinsip ini dapat dijabarkan memjadi kesatuan tindakan, koordinasi, kekuatan, dan memfokuskan usaha (satu arah, satu tujuan, satu pimpinan). Dalam melaksanakan tugas-tugas dan tanggung jawabnya, karyawan perlu diarahkan menuju sasarannya. Oleh karena itu perlu adanya bimbingan terhadap seluruh pegawai supaya mereka menyadario sepenuhnya akan tugas dan kewajibannya.
Kesatuan pengarahan bertalian erat dengan pembagian kerja. Suatu pembagian kerja yang tidak sesuai dengan kebutuhan akan menyebabkan pelaksanaa kerja tidak terarah pada sasaranya.
Kesatuan pengarahan tergantung pula terhadap kesatuan perintah. Dalam pelaksanaan kerja bisa saja terjadi adanya dua perintah sehingga menimbulkan arah yang berlawanan. Oleh karena itu, perlu alur yang jelas dari mana karyawan mendapat wewenang untuk pmelaksanakan pekerjaan dan kepada siapa ia harus mengetahui batas wewenang dan tanggung jawabnya agar tidak terjadi kesalahan. Pelaksanaan kesatuan pengarahan (unity of directiion) tidak dapat terlepas dari pembaguan kerja, wewenang dan tanggung jawab, disiplin, serta kesatuan perintah.

6. Subordination of Individual Interest to General Interest ( Kepentingan umum lebih dipentingkan dari kepentingan pribadi)
Dalam sebuah perusahaan kepentingan pribadi tidak boleh diatas kepentingan perusahaan. Hal ini merupakan syarat yang sangat penting agar setiap usaha berjalan dengan lancar sehingga dapat tercapai tujuannya. Berhasilnya suatu usaha akan menyangkut kepentingan-kepentingan seluruh pegawai khususnya, dan kepentingan masyarakat pada umumnya.
Setiap karyawan dapat mengabdikan kepentingan pribadi kepada kepentingan organisasi apabila memiliki kesadaran bahwa kepentingan pribadi sebenarnya tergantung kepada berhasil-tidaknya kepentingan organisasi. Prinsip pengabdian kepentingan pribadi kepada kepentingan organisasi dapat terwujud, apabila setiap karyawan merasa senang dalam bekerja sehingga memiliki disiplin yang tinggi.



7. Remuneration of Personnel (Keadilan dalam pembagian upah)
Gaji pegawai adalah harga dari layanan yang diberikannya. Harus adil, sejauh mungkin memberi kepuasan baik pada pegawai maupun perusahaan. Manusia memiliki kebutuhan spiritual dan material yang harus dipenuhi. Tingkat gaji dipengaruhi oleh biaya hidup, permintaan dan penawaran tenaga kerja, keadaan umum perusahaan, posisi ekonomi perusahaan, dan tergantung pula dari pendidikan dan pengalaman pegawai.
upah bagi karyawan merupakan kompensasi yang menentukan terwujudnya kelancaran dalam bekerja. Karyawan yang diliputi perasaan cemas dan kekurangan akan sulit berkonsentrasi terhadap tugas dan kewajibannya sehingga dapat mengakibatkan ketidaksempurnaan dalam bekerja. Penggajian yang tidak cukup akan menimbulkan indisipliner para pegawai, sehingga sulit diarahkan pada tujuan yang hendak dicapai.
Oleh karena itu, dalam prinsip penggajian haris dipikirkan bagaimana agar karyawan dapat bekerja dengan tenang. Sistem penggajian harus diperhitungkan agar menimbuulkan kedisiplinan dan kegairahan kerja sehingga karyawan berkompetisi untuk membuat prestasi yang lebih besar. Prinsip more pay for more prestige (upaya lebih untuk prestasi lebih), dan prinsip upah sama untuk prestasi yang sama perlu diterapkan sebab apabila ada perbedaan akan menimbulkan kelesuan dalam bekerja dan mungkin akan menimbulkan tindakan tidak disiplin.

8. Centralization (Pemusatan)
Masalah sentralisasi dan desentralisasi adalah masalah pembagian kekuasaan. Pada organisasi kecil, sentralisasi dapat diterapkan. Akan tetapi pada organisasi yang besar harus diterapkan desentralisasi.
Pemusatan wewenang akan menimbulkan pemusatan tanggung jawab dalam suatu kegiatan. Tanggung jawab terakhir terletak ada orang yang memegang wewenang tertinggi atau manajer puncak. Pemusatan bukan berarti adanya kekuasaan untuk menggunakan wewenang, melainkan untuk menghindari kesimpangsiurang wewenang dan tanggung jawab. Karena kesimpangsiuran dalam lalu lintas wewenang akan berakibat pada pelaksanaan pekerjaan sehingga tujuan yang hendak dicapai mengalami kegagalan. Pemusatan wewenang ini juga tidak menghilangkan asas pelimpahan wewenang (delegation of authority)

9. Scalar Chain (Rantai skalar, jenjang bertangga)
Rantai skalar adalah rantai daripada atasan yang bermula dari wewenang terakhir hingga pada tingkat terendah. Garis kekuasaan adalah rute yang harus diikuti oleh semua komunikasi yang bermula dan kembalinke kekuasaan terakhir. Prinsip rantai skalar berarti bahwa untuk mempermudah komunikasi antara pegawai yang setingkat ada manfaatnya kalau mereka langsung mengadakan komunikasi dengan mengabaikan garis kekuasaan.
Pembagian kerja menimbulkan adanya atasan dan bawahan. Bila pembagian kerja ini mencakup area yang cukup luas akan menimbulkan hirarki. Hirarki diukur dari wewenang terbesar yang berada pada manajer puncak dan seterusnya berurutan ke bawah. dengan adanya hirarki ini, maka setiap karyawan akan mengetahui kepada siapa ia harus bertanggung jawab dan dari siapa ia mendapat perintah.
Dalam pelaksanaan lalu lintas wewenang dan tanggung jawab, supaya tidak terjadi kekacauan, maka tidak boleh adanya hirarki karena hal ini akan menimbulkan ketidaksenangan dalam bekerja bagi orang yang dilaluinya. Karena tidak merasa dihargai oleh bawahannya dan merasa tidak dipercaya oleh atasannya. Namun, adanya hirarki justru mempercepat jalannya pekerjaan mengingat adanya derlegation of authority.

10. Order (Ketertiban)
Adanya ketertiban dalam sebuah perusahaan harus ditempatkan dengan tegas untuk setiap pegawai. Setiap pegawai akan disiplin apabila sadar sepenuhnya akan tugas dan tanggung jawabnya. Kesadaran bertanggung jawab dipengaruhi oleh kebutuhab hidup. Apabila kebutuhan tersebut telah terpenuhi, maka akan ada pengusahaan disiplin terhadap dirinya. Tapi dalam kenyataan perlu ditertibkan dahulu baru ada kedisiplinan, walaupun itu didorong oleh rasa takut.
Ketertiban ini menurut segala bidang, yaitu adanya keterlibatan dalam penggunaan wewenang dan pemberian tanggung jawab.
Ketertiban dalam melaksanakan pekerjaan merupakan syarat utama karena pada dasarnya tidak ada orang yang bisa bekerja dalam keadaan kacau atau tegang. Ketertiban dalam suatu pekerjaan dapat terwujud apabila seluruh karyawan, baik atasan maupun bawahan mempunyai disiplin yang tinggi. Oleh karena itu, ketertiban dan disiplin sangat dibutuhkan dalam mencapai tujuan.
11. Equity (Keadilan)
Untuk merangsang pegawai melaksanakan tugasnya, mereka harus diperlakukan dengan ramah dan adil. Kombinasi keramahtamahan dan keadilan akan menghasilkan equity. Semua karyawan harus dianggap sama pentingnya dan sama baiknya. Apbila terjadi perselisaihan, tidak boleh memihak, melainkan harus diselesaikan dengan musyawarah dengan asas kekeluargaan.
Keadilan dan kejujuran merupakan salah satu syarat untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Keadilan dan kejujuran terkait dengan moral karyawan dan tidak dapat dipisahkan. Keadilan dan kejujuran harus ditegakkan mulai dari atasan karena atasan memiliki wewenang yang paling besar. Manajer yang adil dan jujur akan menggunakan wewenangnya dengan sebaik-baiknya untuk melakukan keadilan dan kejujuran pada bawahannya.
Apabila dalam suatu usaha tidak ada keadilan, maka usaha itu akan mengalami kemacetan, bahkan kegagalan. Penggunaan nya pun harus untu kepentingan bersama. Apabila digunakan untuk kepentingan pribadi, maka ini merupakan titik tolak mrnuju kehancuran.

12. Stability of Tonure of Personnel ( Stabilitas pegawai)
Dalam setiap kegiatan kestabilan karyawan harus dijaga sebaik-baiknya agar segala pekerjaan berjalan dengan lancar. Kestabilan karyawan terwujud karena adanya disiplin kerja yang baik dan adanya ketertiban dalam kegiatan. Manusia sebagai makhluk sosial yang berbudaya memiliki keinginan, perasaan dan pikiran. Apabila keinginannya tidak terpenuhi, perasaan tertekan dan pikiran yang kacau akan menimbulkan goncangan dalam bekerja.
Kestabilan karyawan tidak dapat dipaksakan dengan kekuasaan dan ketakutan. Kalaupun berhasil, hanyalah bersifat sementara. Kestabilan hanya dapat terwujud karena adanya disiplin kerja yang baik dan adanya ketertiban dalam usaha itu.
Oleh karena itu, apabila kehendak tidak terpenuhi, perasaan tertekan, dan pikiran yang tidak ada penyaluran, maka akan menimbulkan frustasi yang sewaktu-waktu bisa meledak sehingga menggangu kelancaran usaha. Untuk itu diperlukan keadilan dan kejujuran untuk mendapatkan kestabilan karyawan.

13. Initiative (Inisiatif)
Kesanggupan berfikir dan kemampuan melaksanakan adalah apa yang disebut inisiatif. Sumber kekuatan suatu perusahaan adalah adanya inisiatif baik dari kalanganatasan maupun bawahan khususnya pada masa sulit, karena penting untuk menggairahkan dan mengembangkan inisistif semaksimal mungkin.
Prakarsa timbul dari dalam diri seseorang yang menggunakan daya pikir. Prakarsa menimbulkan kehendak untuk mewujudkan suatu yang berguna bagi penyelesaian pekerjaan dengan sebaik-beiknya. Jadi dalam prakarsa terhimpun kehendak, perasaan, pikiran, keahlian dan pengalaman seseorang. Oleh karena itu, setiap prakarsa yang datang dari karyawan harus dihargai. Prakarsa (inisiatif) mengandung arti menghargai orang lain, karena itu hakikatnya manusia butuh penghargaan. Setiap penolakan terhadap prakarsa karyawan merupakan salah satu langkah untuk menolak gairah kerja. Oleh karena itu, seorang manajer yang bijak akan menerima dengan senang hari prakarsa-prakarsa yang dilahirkan karyawannya.
Yang terpenting, inisiatif berkembang bila dalam usaha terdapat keadilan dan kejujuran. Dalam pengembangan inisiatif perlu diperhatikan penbagian kerja dan pengaturan wewenang dan tanggung jawab agar pegawai yang ahli dan berpengalaman memiliki wewenang yang luas.
14. Ecsprit de Corps ( Semangat kesatuan korps)
Keharmonisan di kalangan personalia perusahaan merupakan kekuatan besar bagi suatu perusahaan. Untuk itu, segala usaha ditempuh untuk merealisasikannya. Setiap karyawan harus memiliki rasa kesatuan, yaitu rasa senasib sepenanggungan sehingga menimbulkan semangat kerja sama yang baik. semangat kesatuan akan lahir apabila setiap karyawan mempunyai kesadaran bahwa setiap karyawan berarti bagi karyawan lain dan karyawan lain sangat dibutuhkan oleh dirinya.
Selain itu semangat kesatuan korps terlahir pula karena adanya disiplin pegawain akan tugas dan kewajibannya. Sehingga masing2 pegawai dapat menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya.
Manajer yang memiliki kepemimpinan akan mampu melahirkan semangat kesatuan (esprit de corp), sedangkan manajer yang suka memaksa dengan cara-cara yang kasar akan melahirkan friction de corp (perpecahan dalam korp) dan membawa bencana. Untuk melihat suatu usaha baik atau tidaknya dapat dilihat pula dari adam atau tidaknya semangat kesatuan korps dalam perusahaan tersebut.

Sejarah Perkembangan Radio

Sejarah Perkembangan Radio

1. James Clark Maxwell
James Clark Maxwell, seorang fisikawan dan ahli matematika Skotlandia, orang yang memperkenalkan konsep medan elektro-magnetik. James Clark Maxwell berikut penelitian, "medan magnet": jika sebuah bar magnet ditempatkan di sana, hal itu akan mengalami gaya magnet, namun ada lapangan, bahkan saat tidak ada magnet hadir. Demikian pula, sebuah "medan listrik" adalah ruang di mana kekuatan listrik dapat dirasakan - misalnya antara benda logam bermuatan (+) dan (-) oleh baterai.

Pada tahun 1864, James Clerk Maxwell halus menunjukkan hubungan antara dua jenis kekerasan, tanpa diduga melibatkan kecepatan cahaya. James Clark Maxwell menunjukkan bahwa gelombang elektromagnetik yang cepat mempengaruhi antara medan magnet listrik dan menyebar dengan kecepatan cahaya. Maxwell benar menduga bahwa sebenarnya cahaya seperti gelombang, itu pada dasarnya merupakan fenomena elektromagnetik, dan dengan persamaan-nya ini membuka jalan untuk pemahaman yang jauh lebih dalam optik, ilmu cahaya. Dia lebih jauh menunjukkan bahwa listrik dan medan magnet bepergian melalui ruang, dalam bentuk gelombang, pada kecepatan 3,0 × 10 8 m / s. Dengan demikian, dia berpendapat bahwa cahaya adalah suatu bentuk radiasi elektromagnetik.

James Clerk Maxwell memprediksi adanya gelombang radio. Dari hubungan ini muncul gagasan bahwa cahaya adalah fenomena listrik, penemuan gelombang radio, Einstein dan teori relativitas besar fisika masa kini.

2. Heinrich Rudolf Hertz
Heinrich Rudolf Hertz lahir pada 22 Februari 1857. Ia adalah seorang fisikawan Jerman yang memperjelas dan memperluas teori elektromagnetik cahaya yang telah diajukan oleh Maxwell. Dia adalah orang pertama yang memuaskan menunjukkan adanya gelombang elektromagnetik dengan membangun sebuah alat untuk menghasilkan dan mendeteksi VHF atau UHF radio gelombang.
Hertz mengembangkan antena penerima. Ini adalah satu set terminal yang tidak didasarkan listrik untuk operasi. Ia juga mengembangkan jenis pemancar antena dipol, yang merupakan pusat-makan elemen didorong untuk transmisi UHF gelombang radio. Antena ini adalah sederhana antena praktis dari sudut pandang teoretis. Pada tahun 1887, Hertz bereksperimen dengan gelombang radio di laboratorium. Hertz menggunakan kumparan Ruhmkorff digerakkan oleh celah elektroda dan satu meter pasangan kawat sebagai radiator. Kapasitas bola hadir di ujung rangkaian resonansi untuk penyesuaian. Penerima-Nya, seorang pendahulu antena dipol, adalah setengah-gelombang sederhana antena dipol untuk shortwaves
Menggunakan cincin detektor, ia mencatat bagaimana besarnya dan arah gelombang's komponen bervariasi. Hertz diukur gelombang Maxwell dan menunjukkan bahwa kecepatan gelombang radio sama dengan kecepatan cahaya. Para intensitas medan listrik dan polaritas juga diukur oleh Hertz.
Pada tahun 1892, Ia didiagnosis mengidap migrain yg berat dan Hertz mengalami beberapa operasi untuk memperbaiki penyakit. Dia meninggal karena granulomatosis Wegener pada usia 36 di Bonn, Jerman pada 1894, dan dimakamkan di Ohlsdorf, Hamburg di pemakaman Yahudi. Satuan SI hertz (Hz) didirikan untuk menghormatinya oleh IEC pada tahun 1930 untuk frekuensi, Hertz itu dihormati oleh Jepang dengan Order of the Sacred Treasure.

3. Quqlielmo Marconi
Marconi lahir pada 25 April 1874. Dia adalah seorang penemu Italia, terkenal karena pengembangan radiotelegraph sistem, yang berfungsi sebagai landasan bagi pendirian berbagai perusahaan yang terafiliasi di seluruh dunia. Ia berbagi Penghargaan Nobel dalam Fisika tahun 1909 dengan Karl Ferdinand Braun, "sebagai pengakuan atas kontribusi mereka pada pengembangan telegrafi nirkabel".
Marconi menggunakan gelombang radio untuk menciptakan sebuah sistem praktis "telegrafi nirkabel”, yaitu pengiriman pesan telegraf tanpa menghubungkan kabel seperti yang digunakan oleh telegraf listrik. Pada awalnya, Marconi hanya dapat sinyal atas jarak terbatas. Pada musim panas tahun 1895 ia menggerakkan eksperimen di luar rumah. Setelah meningkatkan panjang antena pemancar dan penerima, dan mengatur mereka secara vertikal, dan positioning antena sehingga menyentuh tanah, kisaran meningkat secara signifikan.
Tak lama kemudian dia mampu mengirimkan sinyal ke sebuah bukit, seorang jarak sekitar 1,5 kilometer. Pada titik ini ia menyimpulkan bahwa dengan dana tambahan dan penelitian, sebuah perangkat dapat menjadi lebih besar mampu mencakup jarak dan akan terbukti berharga baik secara komersial dan militer
Radio Belanda akademi yang menganugerahkan para Marconi Penghargaan per tahun untuk program radio yang luar biasa, presenter dan stasiun. National Association of Broadcasters (US) menganugerahkan Penghargaan NAB Radio Marconi untuk program radio yang luar biasa dan stasiun. Marconi telah dilantik menjadi Broadcaster Nasional Hall of Fame pada tahun 1977. Marconi pun meninggal pada 20 Juli 1937.
4. Reginald Fessenden
Seorang penemu Kanada yang lahir pada 6 Oktober 1866 di Bolton Timur . Dia orang yang melakukan percobaan perintis di radio, termasuk awal transmisi suara dan musik.
The National Electric Signaling Company (NESCO) membiayai riset Fessenden, termasuk pengembangan dari kedua kekuatan tinggi rotary-percikan pemancar untuk radiotelegraph layanan jarak jauh, dan bertenaga yang lebih rendah. Fessenden merasa bahwa, pemancar gelombang yang menghasilkan gelombang sinus murni sinyal di satu frekuensi akan jauh lebih efisien, terutama karena dapat digunakan untuk transmisi audio berkualitas. Fessenden di kontrak oleh General Electric untuk membantu merancang dan memproduksi serangkaian frekuensi tinggi alternator-pemancar.
Tahun 1900 Fessenden bekerja untuk Biro Cuaca Amerika Serikat, dengan tujuan membuktikan kegunaan menggunakan jaringan stasiun radio pantai untuk mengirimkan informasi cuaca, sehingga menghindari harus menggunakan jalur telegraf yang ada. Keberhasilan awalnya datang dari sebuah barretter detektor, yang diikuti oleh detektor electrolytic yang terdiri dari kawat tipis dicelup dalam asam nitrat. Ketika bekerja, Fessenden juga mengembangkan heterodyne prinsip, yang menggabungkan dua sinyal untuk menghasilkan nada terdengar ketiga. Namun, penerimaan heterodyne tidak sepenuhnya praktis untuk satu dekade setelah itu ditemukan, diperlukan suatu cara untuk menghasilkan sinyal lokal yang stabil, yang menunggu perkembangan berosilasi-tabung vakum.
Di Pulau Cobb, Maryland, Fessenden bereksperimen dengan frekuensi tinggi memicu pemancar, berhasil meneruskan pidato dengan jarak sekitar 1,6 kilometer. Pada saat ini kualitas suara terlalu menyimpang untuk secara komersial praktis, tetapi sebagai ujian hal itu menunjukkan bahwa dengan penyempurnaan teknis lebih lanjut akan menjadi mungkin untuk mengirimkan audio menggunakan sinyal radio.
Di akhir hayatnya, Fessenden membeli estat kecil yang disebut "Wistowe" di Bermuda. Ia meninggal di sana pada tahun 1932 dan dimakamkan di pemakaman Gereja St Markus di pulau itu.


5. Lee De Forest
Lee De Forest lahir pada tahun 1873 di Dewan Bluffs, Iowa. Orang tuanya bernama Henry Swift DeForest dan Anna Robbins. De Forest menemukan Audion, sebuah tabung vakum relatif lemah yang membutuhkan listrik sinyal dan menguatkan mereka. Ia adalah seorang anggota fakultas di Institut Teknologi Armour, sekarang bagian dari Illinois Institute of Technology.
Pada Januari 1907, De Forest mengajukan paten untuk dua perangkat elektroda untuk mendeteksi gelombang elektromagnetik. Varian dari katup Fleming yang ditemukan dua tahun sebelumnya dan detektor tabung hampa
Itu adalah elektrode tiga perangkat (piring, katoda, kontrol grid), adalah sebuah tabung vakum. Itu juga disebut De Forest katup, dan sejak 1919 telah dikenal sebagai triode. Inovasi De Forest adalah penyisipan ketiga elektroda di antara katoda (filamen) dan anoda (piring) dari dioda diciptakan sebelumnya. Dihasilkan triode atau tiga-elektroda tabung vakum dapat digunakan sebagai penguat untuk sinyal-sinyal listrik, khususnya untuk penerimaan radio.
Para Audion dapat juga bertindak cepat sebagai elemen switching elektronik, kemudian diterapkan dalam digital elektronik (seperti komputer). The triode sangat penting dalam pengembangan jarak jauh (misalnya antar benua) telepon komunikasi, radio, dan radar. The triode adalah inovasi penting dalam elektronik pada paruh pertama abad 20.
De Forest adalah tamu selebriti pada 22 Mei 1957 episode dari acara televisi This Is Your Life, di mana ia diperkenalkan sebagai "ayah dari kakek radio dan televisi". Dia meninggal di Hollywood pada tahun 1961 dan dikebumikan di San Fernando Misi Pemakaman di Los Angeles, California.

6. David Sarnoff
Ia lahir pada 27 Februari 1891 di Uzlian, Belarusia. David Sarnoff adalah seorang perintis pengusaha komersial Amerika radio dan televisi. Ia mendirikan National Broadcasting Company (NBC) dan di sebagian besar karirnya ini ia memimpin Radio Corporation of America (RCA) dalam berbagai kapasitas dari segera setelah pendiriannya pada 1919 hingga pensiun pada tahun 1970.
Pada tahun 1926, RCA membeli stasiun radio pertama (WEAF, New York) dan meluncurkan National Broadcasting Company (NBC), jaringan radio pertama di Amerika. Empat tahun kemudian, Sarnoff telah menjadi presiden RCA dan NBC telah terbagi menjadi dua jaringan, Red dan Blue. Blue Jaringan kemudian menjadi ABC Radio.
Sarnoff sangat penting dalam membangun dan mendirikan PM penyiaran bisnis radio yang menjadi radio publik unggul standar untuk sebagian besar abad ke-20. Ini adalah sampai siaran FM radio muncul kembali pada tahun 1960.Sukses menegosiasikan kontrak, Sarnoff membentuk Radio Keith Orpheum (RKO), produksi film dan perusahaan distribusi.
Sarnoff meninggal pada 12 Desember 1971. Namun banyak penghargaan yang diterimanya, antara lain :
• Ksatria Salib dari Lorraine (Perancis), 1951.
• Teman Resistance (Perancis), 1951.
• Mr Sarnoff sudah dilantik menjadi Prestasi Junior US Business Hall of Fame pada tahun 1975.
• Sarnoff secara anumerta dilantik ke Radio Hall of Fame pada tahun 1989.
• Sarnoff sudah dilantik menjadi Asosiasi Penyiaran Nasional Hall of Fame di divisi radio.
7. Martin Block
Martin Block lahir di Los Angeles, California pada tahun 1901. Pada tahun 1935, sementara pendengar ke New York sedang menunggu perkembangan penculikan Lindbergh, Blok menghibur para pendengarnya dengan memainkan catatan antara berita Lindbergh .
Block adalah orang pertama yang menyiarkan program musik dengan menggunakan lat pemutar musik.dia mendapat penghargaan diangkat ke Radio Of flame.

8. Novy (Angkatan Laut USA)
Novy adalah orang pertama yang membuat istilah “Broadcasting”. Ia menggunakan istilah ini untuk berkomunikasi antara komandan dengan pasukan untuk menyusun strategi perang.

9. Olson Wales
Olson Wales adalah orang yang membuat drama radio tentang Perang Dunia I dengan memunculkan tokoh makhluk luar angkasa. Kehadiran tokoh ini mampu membangkitkan emosi pendengar pada saat itu.

Kamis, 11 Maret 2010

Jenis Televisi dan Karakteristiknya

1. Televisi Komersil (Commercial Television)

• Karakteristik Televisi Komersil
Televisi komersil adalah jenis televisi yang mengaharapkan laba atau keuntungan dari penjualan slot waktu.
Bertahannya suatu sistem televisi komersil secara langsung dihubungkan dengan adanya kemampuan untuk menarik perhatian dari pemirsa yang berjumlah besar. Tanpa penonton yang banyak, sponsor komersil tidak punya pertimbangan untuk membeli slot waktu yang melingkupi suatu program televisi. Pendapatan yang didapat dari dari penjualan slot waktu ini menyediakan dana untuk membuat suatu regu produksi yang bertugas untuk menghasilkan program.
Sebuah stasiun televisi komersil mempunyai tanggung jawab terhadap masyarakat untuk membuktian bahwa stasiun televisi tersebut pantas untuk mendapatkan suatu lisensi untuk beroperasi dan menjual slot waktunya, tingkat penjualan inilah yang sangat mempengaruhi kelangsungan hidup televisi komersial ini. Suatu program televisi yang akan dibeli slot waktunya adalah program televisi yang dapat menari perhatian dari sekian banyak penonton.


• Analisis menurut Komunikasi Massa
Konsep komunikasi massa mengandung pengertian sebagai proses dimana institusi media massa memproduksi dan menyebarkan pesan kepada publik secara luas. Dalam televisi komersial pesannya nya pun bersifat komersial. Setiap pesan yang disampaikan mengandung pesan komersil yang mempengaruhi dan merefleksikan suatu masyarakat. Televisi komersial mengandalkan pendapatan yang didapatkan dari penjualan slot waktu. Jadi media massa yang digunakan dalam televisi komersial adalah media massa yang mengharapkan keuntungan demi kelangsungan televisi tersebut. Rating yang mereka miliki juga sangat berpengaruh terhadap banyaknya sponsor yang membeli slot waktu yang mereka tawarkan.

2. Televisi Institusional (Institutional Television)

• Karakteristik Televisi Institusional
Tidak ada rating dalam televisi institusional seperti pada televisi komersial, kalaupun ada itu hanya jarang sekali digunakan. Ketenaran secara normal tidak memberikan manfaat terhadap keberadaan suatu program. Suatu program dalam televisi ini dikatakan efektif ketika program tersebut mengajar, melatih, atau mendorong para pemirsa kepada tujuan yang ingin dicapai.
Program yang paling efektif melayani tujuan dari televisi kelembagaan/ institusional ditemukan pada program yang menyarankan lingkup minat dan studi, atau suatu riset laboratorium.
Suatu program dalam televisi institusional memiliki pemirsa yang lebih spesifik, berbeda dengan televisi komersia yang memiliki pemirsa yang sangat banyak dan beragam. Contohnya, sebuah televisi atau program dari perusahaan asuransi hanya memiliki pemirsa berupa karyawan-karyawan yang ingin mendapat asuransi. Pemirsa televisi institusional melihat suatu program untuk mempelajari sesuatu yang berhubungan dengan pekerjaan atau pendidikan.
Lingkungan Produksi dalam Televisi Institusional sangat bervariasi. Sejumlah sistem mempunyai staff komunikator yang profesional, fasilitas siaran yang baku, dan siaran terbatas yang didistribusikan secara nasional yang terhubung oleh satelit komunikasi.
Oleh karena itu, dalam rangka menghasilkan program yang memenuhi harapan dan kebutuhan bagi suatu pendengar khusus, regu produksi harus mengetahui harapan dan kebutuhan yang hendak dicapai tersebut

• Analisis menurut Komunikasi massa
Berbeda dengan televisi komersil, televisi instotusional lebih menekankan pada pesan yang bersifat khusus. Karena pesan bersifat khusus, tentu pemirsa nya pun tidak banyak. Efek dari pesan yang ditimbulkan pun sudah direncanakan. Efek tersebut dapat direncanakan karena sifat pesaan dan pemirsa sudah ditentukan. Oleh sebab itu, pesan dapat disampaikan tepat sasaran dan secara cepat mempengaruhi pemirsa yang jumlahnya tidak terlalu banyak.





3. Televisi Publik (Public Television)

• Karakteristik Televisi Publik
Program Televisi Publik harus menjadi suatu laboratorium inovatif yang berguna menganalisa budaya kita. Jenis program dan teknik produksi yang berhasil diterapkan pada televisi publik jauh lebih sulit digambarkan dibanding apa yang berhasil pada televisi komersil dan kelembagaan/ institusional.
Sebagian orang di televisi publik percaya bahwa teknik menggunakan televisi komersil sesuai dengan televisi publik. Faktanya, Ada rangkaian pada televisi publik yang mula-mula dibuatkan bagi televisi komersil. Sebagian orang percaya bahwa televisi jenis ini memenuhi tujuannya dengan menyediakan program untuk pendengar khusus. Program televisi publik memproduksi program untuk pemirsa yang khusus tertarik akan suatu hal, contohnya masakan Perancis, perbaikan rumah, dll.
Walaupun beberapa program dalam televisi publik terlihat hampir sama dengan televisi komersial, namun terdapat gaya dan format yang unik dari program televisi publik. Berita Dan Informasi Program jadi lebih pelan disajikan dan lebih sedikit berorientasi pada tindakan dibanding yang terdapat pada televisi komersil.
Kerumitan dalam televisi publik terlihat pada sistem yang terorganisir yang merupakan suatu federasi dari beberapa bagian yang terpisah. Setiap unit dalam federasi tersebut membawa penafsiran masing-masing mengenai apa yang diperlukan pemirsanya.
Regu produksi dalam televisi publik tidak perlu mencemaskan jumlah dari pemirsanya seperti yang dilakukan regu produksi pada televisi komersil. Meskipun demikian, jumlah pemirsa berperan untuk kesejahteraan ekonomi pada televisi publik. Minta pemirsa dicerminkan dalam jumlah uang yang dihasilkan dalam sebuah stasiun televisi publik.
Suatu regu produksi dibiayai atau dipekerjakan untuk menghasilkan suatu program, jadi anggota nya harus lebih sedikit terikat dengan apa yang telah memberikan kesuksesan di masa lalu. Sebuah program yang inovatif harus bisa menciptakan landasan baru yang bisa diterima dan disutujui secara universal.

• Analisis menurut Komunikasi Massa
Pada televisi publik, perbedaan terdapat pada penyampaian pesan. Pesan dikemas secara terperinci dan disajikan dengan lebih pe;an dan berorientasi pada tindakan. Proses distribusi dan penerimaan informasi pada televisin publik cenderung lebih lama karena cara penyajian yang mendalam dan pemirsa nya pun lumayan besar.
Perbedaan lain terlihat pada fungsinya yang memberikan pencerahan sosial kepada masyarakat dimana komunikasi massa itu berlangsung.



4. Pay-Per-Program Television

• Karakteristik Pay-Per-Program Television
Penyebaran bermacam-macam program televisi dalam komersil, institusional, dan televisi publik mendorong lahirnya jenis televisi yang ke empat yaitu Pay-Per-Program Television.
Jaringan kabel/satelit ini bersaing untuk menggaet pemirsa televisi komersil dan publik, dimana jaringan televisi ini menawarkan corak dan program yang lebih beragam.
Karakterisitik utama dari Pay per program television adalah sebuah program yang memiliki pemirsa yang relatif kecil yang mau membayar untuk sebuah tontonan yang berharga. Membayar untuk suatu program tidak sama dengan mengganti dari satu chanel ke chanel lain. Membayar untuk sebuah program sama dengan menjadi anggota atau berkontribusi terhadap stasiun televisi publik lokal atau perusahaan televisi pay per program. Perbedaaannya terlihat dari peran yang relatif kecil dalam pemilihan suatu program.

• Analisis menurut Komunikasi Massa
Sistem yang dipakai pay per program television kurang lebih sama dengan televisi komersil. Bedanya, televisi jenis ini mendapatkan keuntungan dari setiap program. Jadi bayaran yang mereka terima tergantung dari program yang dibeli pemirsa.
Pada televisi ini pemirsa mencari sendiri program yang ingin ditontonnya. Jenisnya pun beragam, seperti video kaset, film, dll. Jadi kelangsungan media televisi ini juga bergantung pada pendapatan yang mereka terima dari penjualan program tersebut

Kudo Jantan Part 2

Kudo Jantan
Part 2

Setelah g dapat inspirasi gara2 g boker 2 hari, akhirnya Kudo Jantan part 2 terlahir jg. Sebelumnya gw mw ngucapin terima kasih dulu buat teman2 semua. Makasih buat comment2 nya dan buat tanggapan positif utk tulisan gw. Lumayan byk gw dpt ide2 baru dr comment itu, tapi byk juga comment yg g penting, cm dijadiin area untuk menekel ria. Gw senang lu pada buka aib2 lu semua lewat comment2 di tulisan gw ini, termasuk gw hahahaha. Msh ada g hal yg gw blom tw??? Ayo....buka lagi aib kalian semua disini (sory klo lu semua merasa tertekel oleh gw,hahahah cihuy tralala trilili).

Ah, udh ah ngomongin aib. Mending kita lanjutin aja part 2 ini, tp g menutup kemungkinan jg klo lu semua msh mw buka2 aib di part 2 ini. Silahkan aja...

Nah, kemaren kan gantung tuh ceritanya, br smp si Kudo dimamam ama si sule kan. Lumayan jg sih, lumayan byk jerawat si Kudo yg menegeluarkan tinta merah. Tapi g ngerubah wajah si Kudo yg mirip kudo bendi yg lagi mangkal di Pasa Bendi sambil ngeliatin tukang jual jagung rebus. Nah, gara2 kejadian ini si Kudo mulai cukup dikenal di Sekolah Menengah Aiiiiisskudo. Terkenal bukan karna byk cewe yg ngecengin, tapi karna tragedi Jerawat Berdarah di WC Sekolah yg lumayan meledak di pasaran gosip kawasan sekitar.

Beberapa hari berikutnya, kira2 awal bulan Mey, ada persiapan buat acara Classmeeting. Itu loh, lomba2 g penting lah, refresing otak abis ujian. Si Kudo senang bgt, dia kira ada lomba lari sambil narik2 bendi sambil dipecut sama wakil kepala sekolah yg rata2 berbadan subur. Tapi apa hendak dikata, g ada cuy. Ya udh lah si Kudo kecewa. Akhirnya si Kudo memutuskan untuk ikut lomba nge-band aja. Terpaksa cuy. Dengan berbekal skill musik yg bisa dibilang seadanya dan tidak layak edar, akhirnya terbentuklah sebuah band yg tidak bernama dan lumayan terkenal gara2 salah satu personil nya aktor di film Jerawat Berdarah di WC Sekolah.

Waktu latihan pertama kali, semua personil band yg g jelas ini bolos sekolah. Mereka ngorbanin sekolah mereka hanya untuk sebuah band yg prospek kedepan nya g jelas. Tapi ini pengalaman pertama bolos sekolah bagi si Kudo. Si Kudo kan culun, mana pernah dia bolos. Tapi semua pengorbanan si Kudo g sia2, kebetulan hari itu si Kudkud ulang tahun. Pas bgt ya...ky sinema2 di SCTV. Tapi ini beneran bos. Waktu itu si Kudkud ama temen2nya juga ikutan bolos biar bisa nonton latihan perdana band nya si kudo. Mereka tiba2 nyusul ke studio dan nungguin sampe beres latihan. Gila g tuh...??? tapi si Kudo msh g nyadar semua yg dilakukan si Kudkud. Mungkin dalam pikiran si Kudo cuma ada obsesi2 aneh ala anak umur 16 th.

Nah, abis itu mereka semua ngerayain ultah si Kudkud di.... ya semua orang tau lah dimana. Soalnya klo ada yg ulang tahun, pasti ke tempat itu. G tw jg kenapa, naikin gengsi atau naikin moral kali yee. Sebuah bangunan berwarna merah di dekat Jam Gadang dg gambar bapak2 tua berjenggot di dindingnya. Dan makanan nya cuma satu, ayam.

Beberapa hari berikutnya, sekolah menginformasikan klo tiap2 kelas harus diperindah dengan cara mengecat ulang kelas itu. Tapi tenang aja, dana nya dari sekolah koq. Kita cuma ngeluarin tenaga. Gila aja kan klo dana dari kita, yg kerja kita juga. Nah, waktu itu ada yg bawa Tustel. Gw tau itu kampung bgt, tapi waktu itu blom ada kamera digital bos, ada sih cuma g ada yg sanggup beli, mahal. Lumayan lah ada dokumentasi buat dicetak dan nambah pengeluaran.

Jadilah waktu itu mereka berfoto-foto ria dengan muka dan penampilan ky tukang cat profesional. Besoknya, hasil cetakan nya jadi. Ya semua pada liat2 lah, dan semua pada ngetag foto2 yg menurut mereka bagus. Tapi ada satu cewe yg langsung ngambil aja tuh foto tanpa sepengetahuan pak RT kelas. Kita sebut aja cewek itu Mawar (sory, dia bukan korban perkosaan, tp gw g tw lagi mw ngasih nama apa). Si Mawar ini dengan rakus nya ngambilin foto2 yg sebenarnya g ada dia di foto itu. Loh.. ternyata dia ngambil foto2 cowo yg bisa dibilang ganteng lah di kelas. Tapi, dia g ngambil foto si kudo, padahal kan si Kudo ganteng jg di kalangan kudo pasa bendi. G masalah sih klo dia mw nyetak ulang tuh foto, dibilang mw melet jg g mungkin. Soalnya g ada kolor cowo2 itu yg ilang hari itu. Jadilah waktu itu diadakan olah Tempat Kejadian Penekelan (TKP) sambil razia kecil2an. Sebenarnya kita udh pada tau dia yg ngambil, soalnya tmn sebelahnya ngeliat waktu dia ngambil. Ternyata dia profesiaonal jg. Waktu pak RT kelas mw menggeledah TKP, dia masukin satu foto dlm tisyu dan meremas nya di tangan. Yg satu lagi lebih parah, dia nyelipin tuh foto diantara....antara apa ya???. Gimana cara ngomongnya biar g fulgar ya. Nanti gw dituntut lg gara2 tulisan gw mengandung hal2 berbau pornografi. Dia nyelipin di “Tanda Nomor kendaraan Jambi”-nya. Oh, asik tuh para lelaki yg fotonya disimpan disana. Buat para cewe2, klo dompet lu penuh bgt ama uang, lu bisa nyimpan foto cowo lu di “situ”.

Dan akhirnya cewe2 beringas di kelas si kudo turun tangan demi menyelamatkan nyawa cowo2 yg fotonya diselipin itu, akibat sindrom sesak nafas terjepit diantara “..”, Dan...terbongkar lah sudah. Setelah kejadian itu, si Mawar ky g dianggap klo lg dikelas. G ada yg peduli ama dia.

Waktu kenaikan kelas, kan ada pembagian jurusan tuh. Si kudo kebagian kelas IPS, kebetulan si Kudo jg senang ama jurusan ini yg g berhubungan lagi ama pelajaran bilologi. Pelajaran yg kebanyakan materi dan prakteknya baru bisa dilaksanakan klo udah nikah nanti. Sebenarnya, klo si Kudo mw sedikit KKN, dia bisa masuk kelas IPA karena orang tua si Kudo cukup berpengaruh lah. Sempat ditawarin sih, tapi si Kudo tetap pada pendirianya. Cieeelah, ky orang ganteng aja pny pendirian. Kebetulan lagi, si Kudkud jg kebagian kelas IPS. Dari tadi kebanyakan kebetulan deh, kebetulan yg sebenarnya baik buat si Kudo.

Tapi ada kebetulan yg bikin si Kudo nyadar ama semua kebodohannya klo udah menyia-nyiakan semua kebetulan itu. Kebetulan ada cowo yg lagi PDKT ama si Kudkud. Jangan sebut ini kebetulan, ini kesalahan cuy...SALAH. klo aja si Kudo sedikit lebih peka ama perasaan si Kudkud. Dan hal yg paling tidak diinginkan si Kudo pun terjadi....si Kudkud jadian ama cowo itu (@%$@&%269^*@%__++TT). Si kudo g percaya ama semua ini, dia ampe mencetin jerawatnya sampai berdarah-darah dan berharap semua ini cuma mimpi....

Udah dulu ya, si Kudo mw curhat nih ama gw. Kasian bgt
Nti gw lanjutin lagi abis si kudo curhat,

Jumat, 26 Februari 2010

Funny With Fany


Biasa,
hari hari yg biasa
sebagai mahasiswa biasa
sampai akhirnya datang seseorang yg tidak biasa
sampai akhirnya selalu terdengar bunyi hp di pagi hari

Dia,
dia adalah malaikat putih yg selalu membangunkan ku setiap pagi
membangunkan ku dr mimpi2 indah tentang dirinya
selalu mengingatkan ku untuk menjalankan kewajiban ku pd Yang Maha Kuasa
hari2 ku terasa berbeda setelah dia ada
Dia,
dia membawa 100 senyuman disetiap hari2 ku




"August 22nd 2009"

Bukan karna ini ku rapuh
Bukan karna ini ku jatuh
Tak kan pernah aku menyerah

Telah lama ku coba diam
4 tahun semua terpendam
Dan akhirnya...
Aku bahagia

Kudo Jantan, Sebuah cerita aneh masa SMA


Klo lu pikir cerita Kudo Jantan ini sama ama cerita Kambing Jantan-nya Radithia Dika, lu salah cuy. Dibilang mirip, kagak... dibilang g mirip juga kagak. Cerita si radith lebih ke cerita-cerita lucu dan sedih tentang kisah dia ama cewe nya. Klo Kudo Jantan ini lebih ke penyaluran hobi baru gw, nulis g jelas. Tapi mirip nya cuma hubungan jarak jauh antara si Kudo dengan gebetannya si Kudkud antara Padang dan Bandung. Klo dipikir-pikir, emang g elit sih klo dibandingin ama si radith yang antara Jakarta dan Australia. Kayaknya lebih seru cerita si radith ama cewe nya. Tapi coba lu baca dulu, trus comment deh, terserah lu mw comment apa....ok?

Tahun 2006, si Kudo yg masih culun dan katrok sekolah di SMA 1 (Sekolah Menengah Aissssskudo 1) yg terletak di kawasan yang sangat mendukung, Pasa Bendi. Maklum aja klo si Kudo masih culun, soalnya baru tamat SMP dia memutuskan masuk ke sekolah yang muridnya ganteng2 dan cantik2 smua, cuma dia yang berwajah kayak kudo seperti namanya. Sempat syok dengan keadaan ini, semester 1 Cuma dilalui dengan biasa2 aja.

Nah, cerita nya mulai dari semester 2. Waktu itu, dengan tampang pas2an si kudo sempat terlalu percaya diri suka ama cewe. Cewe ini cantik banget menurut penglihatan kudo yang udah buta ama cinta....(alaaaahhhh leeeebay). Dia g mikir klo tampangnya yang kayak kudo pantes ama cewe yg segitu cantik. Nama cewe itu si Kudkud. Siapa yg g mw ama si kudkud yg cantik dan pinter. Masalahnya....ya masalah klasik lah, si Kudo g berani bilang klo dia suka ama si Kudkud. Klasik bgt lah pokoknya, g ada nyali, pengecut. Ragu jg sih ngasih judul cerita ini Kudo Jantan, soalnya ga ada jantan2 nya sih si kudo. Ya jadilah si Kudo nyimpan perasaannya sampai...... g tw kapan lah.

Kebetulan waktu itu sekolah ngadain Study Tour, tapi menurut si kudo sih ini namanya jalan2, Cuma jalan2, dan g ada pikiran untuk nembak si Kudkud. Ahhhh payah lu Kudo. Padahal moment nya bgs bgt waktu itu. Dia malah sibuk sendiri main2 g jelas ama temen2 nya yg g jelas jg. Padahal waktu itu si kudkud sebenarnya juga suka ama si Kudo. (tuh kan, gw bilang jg apa...). Nah, yg paling parah waktu si Kudkud ngajak duduk bareng di bis waktu mw pulang. Udah malam, duduk b2, remang2, g ada yg liat (oppss.... g gt juga cuy...) pokoknya udah duduk b2, ada pengamen yg nyanyiin Kejujuran Hati-nya Krispatih, gileeee abis lah (sumpah dh gw g ngarang, coba dh lu bayangin...). TAPI, si Kudo tetap kayak kudo yang aneh, bengong2 g jelas, padahal si Kudkud udh nunggu si Kudo buat nembak dia. Ya udah lah, si kudkud kecewa. Tapi si Kudo tetap Kudo yang g nyadar itu semua.

Itu baru awalnya cuy, abis ini lebih seru lagi (menurut gw). Salah satunya, abis study tour itu ada 2 cowo yng nembak si Kudkud. Tapi tetap aja antara 2 orang cowo itu g ada si kudo, tw dh dia kemana. Sialnya 2 cowo itu ditolak ama si Kudkud, gara2 si Kudkud ada hati ke si kudo kali yee??? Mungkin jg. Si cowo pertama(sebut saja Aziz) ditolak, nyerah, terima keadaan. Beda ama cowo kedua (sebuta aja sule). Si sule jg ditolak, tapi g mw nyerah, malah si sule ngunciin si Kudkud di kelas sampe si Kudkud mw nerima dia, parah g tuh... tapi tetap aja hati si Kudkud masih buat si Kudo, dasar si Kudo nya aja yg bego. Abis itu hubungan si Kudo ama si kudkud jadi lebih dekat walaupun si Kudo masih tetap kudo aneh dg egonya. Si Kudo jg pernah berantem ama si Sule ( cowo k2 td) gara2 si sule cemburu ngeliat si Kudo terlalu dekat ama si Kudkud. Awalnya si Kudo yg culun dan pengecut beruntung karena dibantuin ama temen2nya. Tapi pas sore, waktu jam olahraga, si Kudo abis deh di mamam ama si Sule di WC sekolah.

Wah...episode 2 nya nanti dl yah,,, buntu gw

Selasa, 23 Februari 2010

Hargai Yang Kau Miliki

Selasa pagi, gw bangun dengan detak jantung yang lumayan kencang diiringi hembusan nafas yang tidak beraturan. Gw liat jam di handphone menunjukkan sekitar jam 8 lebih 17 menit. Tanpa pikir panjang gw langsung bangun dari tempat tidur dan berlari menuju parkiran motor di kos-kosan gw. Alhamdulillah, itulah kata pertama yg keluar dari mulut gw pagi itu. Gw liat motor gw masih ada di parkiran.
Ternyata gw hanya bermimpi. Tapi kali ini bukan sekedar bunga tidur, soalnya terlihat realita yang sangat jelas di mimpi tersebut. Di mimpi itu, gw kehilangan motor saat lagi makan di sebuah warung. Dan kejadiannya di jatinangor. Kita semua tahu bahwa tingkat kriminalitas di jatinangor sangat tinggi, termasuk pencurian motor. Sehabis makan di sebuah warung, gw langsung mengambil motor yang gw parkir di pinggir jalan. Tapi kemana motor gw? Lenyap begitu saja. Kepanikan mulai berputar-putar di otak gw. Gw g tw harus melakukan apa, dan saat itulah gw terbangun dari mimpi itu.
Mungkin ini terjadi akibat salah gw jg. Mungkin Tuhan mengingatkan gw karna lebih memilih tidur daripada menjalankan shalat shubuh. Padahal cewe gw udah ngebangunin waktu itu, tapi gw lebih memilih bersenang-senang dengan selimut dan bantal gw di pagi yang cukup dingin itu.Mungkin juga Tuhan ingin mengingatkan gw untuk lebih menjaga apa yang udah gw punya sekarang.
Coba deh pikir, kita akan merasa takut kehilangan jika kita sudah mempunyai sesuatu. Bisa berupa barang, keluarga, bahkan pacar sekalipun. Kita pasti akan merasa takut kehilangan jika sudah mempunyai hal2 tersebut. Contoh aja gw, dulu sebelum punya motor gw ga pernah was2 takut kehilangan motor. Ga ada beban yang mengganggu pikiran gw. Apa yang harus gw takutin, punya aja ga. Tapi sekarang, karena udah punya motor setiap malam pasti muncul perasaan was2 thd motor tersebut, takut hilang lah, rusak lah, dsb.
Ini ga terbatas hanya pada barang saja, bisa jadi hal ini terjadi pada pacar kita. Dulu sewaktu lagi jomblo, pernah ga terpikir atau punya perasaan takut kehilangan seorang pacar?? Pastinya ga lah ya, gimana mw taku, punya aja ga. Sekarang, bagi kalian yang udah punya pacar, pasti pernah muncul perasaan takut kehilangan orang yang kalian sayang. Takut dia ga sayang lagi, takut dia selingkuh lah, dan mungkin banyak ketakutan2 lain yg kalian rasakan.
Contoh lain misalnya, ada tmn gw yang tidak begitu akrab dengan ibunya. Hal ini disebakan karena dia tidak pernah punya waktu yang berkualitas bersama ibunya. Ibunya yang sibuk dengan kerjaan dan tidak memiliki waktu untuk anaknya. Tmn gw ini memiliki seorang ibu tapi dia tidak pernah merasakan rasa memiliki. Pokoknya interaksi antara mereka berdua sangat jarang. Sampai akhirnya sang ibu dipanggil Yang Maha Kuasa.saat itulah muncul penyesalan dan rasa bersalah yang amat besar. Sekarang apa yang bisa diperbuat, ga ada gunanya meratapi penyesalan. Untuk itu, berusahalah bagaimanapun cara untuk menjaga apa yg kita miliki agar tidak hilang.
Jadi, walaupun mimpi yang gw alami bisa dikatakan sebagai mimpi buruk, tapi setidaknya ada hal positif yang bisa gw ambil dari mimpi tersebut. Gw lebih sayang dan berjanji untuk tetap menjaga apa yang telah gw punya. Gw ga mw suatu hari menyesal karena telah lalai menjaga apa yg udah gw punya. Karena menurut gw, kita akan merasa sangat memiliki ketika apa yang kita miliki itu TIDAK ADA.

Sabtu, 20 Februari 2010

Malaikat Putih Berkaca Mata

Kemarin, sewaktu lagi ngerjain Kudo Jantan part 6, tiba-tiba memory masa SMA terlintas di benak gw. Entah kenapa, tangan gw langsung menggerakkan mouse ke file2 foto SMA yang ada di komputer gw. Dan entah kenapa, perhatian gw langsung tertuju pada sebuah folder yang bernama “High School Never Ends”. Folder yang berisi foto-foto gw sewaktu SMA. Apapun sewaktu SMA ada di folder ini. Gw mulai melihat satu persatu. Walaupun semua kenangan masa SMA kembali muncul di otak gw, gw lebih tertarik pada sebuah foto yang didalamnya terdapat sosok seorang cewe berbaju putih dan berkacamata. Dia adalah Dilla Alfionita Sari. Malaikat putih berkaca mata yang pernah singgah di hati gw walaupun cuma sebentar.
Dilla adalah cinta pertama buat gw. Cinta pertama yang sampai saat ini masih gw simpan dalam hati gw. Cinta yang gw pendam selama setahun, baru bisa gw ungkapkan. Cinta yang menciptakan kenangan-kenangan tak terlupakan. Walaupun semua foto kenangan gw ama Dilla udah jarang gw liat lagi, memory yang ada di otak gw terlalu rapi menyimpan dan membangkitkannya lagi.
Gw yang sekarang kuliah di Bandung terpisah sangat jauh dengan Dilla yang kuliah di Duri. Gw g tau lagi harus berbuat apa supaya rasa kangen gw terobati. Gw coba menghubungi semua teman-teman SMA gw, mudah-mudahan aja punya no Hp nya Dilla. Bodohnya gw, gw g nyimpan no Hp nya waktu dia sms gw beberapa waktu lalu. Dia sms ngucapin selamat ulang tahun pas gw ulang tahun. Kebetulan ulang tahun gw jaraknya g terlalu jauh ama ulang tahunnya Dilla. Gw 22 Agustus dan Dilla 1 September. Itulah terakhir kali gw sms dia, tanggal 1 September 2009, ngucapin doa-doa yang terbaik buat dia.
Sebenarnya, gw takut semua kenangan ini kembali bangkit. Semua cerita lucu dan aneh selama gw pacaran ama Dilla. Dilla yang selalu setia menunggu gw setiap main bola dan main kartu. Dilla yang tetap sayang ama gw walaupun gw termasuk cowo g bermodal yang cuma bisa nganterin dia pulang pake angkot. Dilla yang g pernah menilai gw dari materi yang gw punya. Dilla yang selalu tersenyum buat nyemangatin gw. Dilla, cinta pertama gw saat SMA. Dilla, Si Malaikat Putih Berkaca Mata

Jumat, 19 Februari 2010

Dimana The Spirit Caries On Yang Dulu??


Senin, 17 november 2009 pukul 2.30 pagi, gw terbangun karena suara ringtone sms dari hp gw. Sms yang berisi klo hari itu ada kumpul kelompok instalasi Mankom. Tapi, sebenarnya bukan isi sms itu yang membuat gw ga bisa ngelanjutin tidur gw. Bunyi ringtone hp yang terdengar di tengah malam yang kembali membawa gw ke masa SMA, tepatnya sewaktu acara perpisahan. Ya, The Spirit Carries On, lagu yang kami, XII IS 2, bawakan sebagai penutup acara perpisahan. Lagu yang dibawakan Dream Theater dengan penuh penghayatan sehingga bisa membuat kami terdampar di sebuah alam yang sangat istimewa. Lagu yang bisa menghipnotis emosi penonton walaupun waktu itu kami cuma berlatih sekali sebelum tampil. Walaupun begitu, penampilan kami bisa dibilang bagus karena hampir semua orang yang hadir waktu itu meneteskan air mata. Lagu yang mempunyai kekuatan untuk menyatukan tidak hanya kami, tapi juga seluruh SMA 1 saat itu. Lagu yang liriknya ditulis dengan begitu indah sehingga mampu membuat gw terbangun dari tidur gw yang nyenyak.

Waktu itu kami hanya sekelompok anak-anak SMA yang masih terbelenggu ego masing-masing untuk mendapatkan apa yang kami mau. Kami Bushido 08 yang hanya berfikir untuk melewati hari dengan bersenang-senang tanpa ada beban di pikiran kami. Sekelempok anak muda yang tidak peduli klo Ujian Akhir Nasional sudah semakin dekat. Sekelompok bajingan-bajingan cilik yang tidak sedikit pun menganggap bahwa pendidikan itu adalah hal yang sangat penting. Kami hanya menghabiskan waktu dengan hal-hal yang sebenarnya ga penting dan ga berguna. Pergi sekolah hanya karena keharusan, bukan karena kesadaran dari dalam hati. Banyak hal-hal yang dilarang yang biasa kami lakukan. Ngerokok di belakang aula, manjat dinding sekolah klo telat, sampai main kartu di atas loteng kelas pas lagi upacara bendera. Tapi hanya itu, hanya kenakalan-kenakalan remaja yang masih bisa ditolerir. Tidak ada diantara kami yang melenceng dari norma yang mengikat kami seperti narkoba dan pergaulan bebas. Walaupun kami adalah anak IPS yang sejak dulu udah terkenal sama hal-hal yang berbau negatif. Selalu dibedakan dari anak IPA yang sering kali diprioritaskan oleh sekolah. Tapi tidak semua dari kami yang selalu berbuat seperti itu. Masih ada hal-hal yang bisa kami banggakan. Salah satunya adalah nilai Ujian Akhir Nasional yang tertinggi didapat oleh anak IPS, dan itu berkat kerja keras yang kami lakukan. Itu lah hal yang paling membanggakan bagi kami, Bushido 08.

Tapi, sekarang masihkah ada spirit yang dahulu mampu menyatukan kami. Spirit yang membuat kami seperti keluarga. Bushido 08 yang sekarang sudah terpisah-pisah karena kuliah di berbagai kota. Semangat yang mampu membuat gw tidak henti mengeluarkan air mata kebahagiaan waktu perpisahan. Sudah lupakah kalian dengan spirit yang dahulu mempersatukan jiwa kita??? Sudah lupakan kalian dengan seragam yang kita coret-coret pake spidol dan pilok tanda kelulusan kita???
Kemana perginya The Spirit Carries On yang kita nyanyikan dengan terbata-bata sambil meneteskan air mata bangga???

Terima kasih buat Bushido 08